Uglyphobia
Ada keterkaitan
erat antara tuntutan tampil cantik dengan menjamurnya produk kosmetik. Berbagai
produk kecantikab bisa tetap exist dan berkembang karena banyak
konsumennya. Konsumen tersebut tertarik menggunakan produk tersebut gara-gara
termakan iklan. Padahal semua orang juga tahu, iklan itu 99% kebohongan dan 1%
fakta. Tak heran, banyak orang yang yang wajahnya rusak gara-gara salah pake
make up.
Apalagi saat ini
banyak beredar produk kosmetik aspal (asli tapi palsu). Dengan mudahnya mereka
menyulap produk palsu dengan label bermerek. Tak tanggung-tanggung, tampilannya
sekilas sangat mirip dengan produk asli! Oleh karena itu,konsumen dihimbau agar
lebih jeli sebelum memakai produk kecantikan. Teliti sebelum membeli.
Selain pake make
up, banyak wanita yang ingin tampil cantik dengan cara instan. Salah satunya
dengan operasi plastik. Operasi plastik mampu menyulap wajah buruk rupa menjadi
cantik jelita dengan seketika. Mereka rela merogoh kocek hingga ratusan juta
untuk operasi plastik.
Padahal, operasi
plastik sangat beresiko tinggi. Banyak operasi plastik yang justru menjadika
wajah rusak. Selain itu, operasi plastik tanpa didampingi dokter aesthetic
handal bisa berbahaya.
Dampak dari
operasi plastik juga beragam. Salah satunya terjadi di negeri gingseng, Korea
Selatan. Saat pemilihan Miss Korea, 20 peserta kontes kecantikan tersebut
memiliki wajah yang serupa. Hal itu menimbulkan hilangnya ke-khas-an pada wajah
mereka. Orang juga akan kesulitan membedakan mereka. Mereka jadi kayak anak
kembar.
Operasi plastik
juga termasuk hal yang dilarang dalam agama. Hal itu menjadikan pelakunya kufur(tidak
bersyukur) terhadap nikmat Sang Pencipta. Padahal semua ciptaan-Nya adalah
sempurna. Allah memang menciptakan kita berbeda-beda karena kita spesial dan
unik. Tak ada seorangpun yang sama dengan kita.
Pepatah
mengatakan, “Beautiful is relative,but ugly is absolute.” Semua orang tak
memiliki patokan pasti seperti apa kriteria cantik. Kalo ada yang bilang,
“cantik itu putih, tinggi, langsing,” maka itu adalah opini pribadi. Hal
tersebut dipengaruhi oleh kekaguman ras Asia kepada ras Eropa.
Ras Asia yang
notabene berkulit sawo matang ingin seperti Ras Eropa yang berkulit putih.
Padahal, Ras Eropa justru menginginkan kulit sawo matang. Mereka menganggap
bahwa kulit sawo matang sangatlah eksotis.
Jadi, apapun keadaan dirimu, terimalah apa adanya
dan syukur aja..

0 komentar :
Post a Comment