Pages

About

Wida Reza Hardiyanti. Powered by Blogger.

Blogroll

Blogger templates

Blogger news

Wednesday, 22 May 2013

Filosofi "Milch Kaffe"

Korespondensi Kopi Susu
by Wida Reza Hardiyanti

Minggu, 19 Mei 2013
Kau marah lagi,Reza? Lalu puaskah kamu setelah marah-marah seperti itu? Apa kamu tidak merasa bersalah setelah  melakukannya? Lagi-lagi kau menyakiti hati orang-orang yang ada di sekitarmu. Tidakkah kau kasihan padanya?

Ya, aku tahu aku memang salah. Aku merasa begitu menyesal dan bersalah. Aku telah menyakiti hati orang yang telah begitu berjasa padaku. Orang yang telah melahirkanku ke dunia. Berkat dirinya, aku bisa berada di dunia. Bisa melihat cahaya kehidupan. Maafkan aku ibu.

Tanyakan pada hati terdalammu. Mengapa kau melakukan itu. Hanya gara-gara masalah sepele, kau marah. Tidakkah kau malu pada “dinding yang menjadi saksi bisu perbuatanmu” atau “pada telinga dan mata di kanan kiri rumahmu” ? Takkah kau sadar bahwa tindakanmu itu merugikan dirimu sendiri? Tengoklah ke dalam lubuk hatimu terdalam. Kemudian lihatlah pantulan dirimu pada cermin hatimu. Tidakkah jiwamu tampak begitu mengerikan?

Aku juga tak tahu mengapa aku bisa marah untuk suatu alasan yang sepele. Aku mencoba jujur pada diriku sendiri. Aku khilaf. Aku memang bukan seorang malaikat yang tak memiliki emosi. Aku malu pada diriku sendiri. Aku malu pada diriku sendiri, Tuhan, dan tetangga. Aku mencoba berdamai dengan diriku sendiri. Namun, diriku seperti atom tak stabil yang bisa meledak sewaktu-waktu. Aku melukai orang yang ada disekitarku karena ledakan emosiku. Lalu, apa yang harus kulakun?

Kau harus mengambil alih kendali atas dirimu. Jangan biarkan emosi menguasai logikamu. Kau harusnya bisa menggunakan rasio dalam setiap keputusan yang akan ambil. Semua tindakan ada konsekuensinya. Takkan kau ingat, Plato pernah berkata “marah itu mudah. Tapi marah pada situasi dan saat yang tepat sangatlah sulit.” Kau belum bisa menerima dirimu sebagai satu kesatuan yang utuh. Kau hanya mengambil sepotong lingkaran hidupmu, bukan satu lingkaran penuh. Aku tahu kau pasti membenci dirimu sama halnya kamu membenci sosok ayah dalam hidupmu. Tak peduli seberapa banyak luka yang telah ia sayatkan pada hatimu, ia adalah bagian darimu. Darah dalam dirinya mengalir dalam urat nadimu. Takkah kau tahu, kebencian hanya membakar hatimu hingga menjadi abu? Satu hal yang perlu kau tahu. Kau tak perlu ragu untuk membuka kembali catatan-catatan panjang hidupmu. Itu adalah suatu proses panjang evolusi yang harus kau lalui. Selama ini kau selalu menjadi ulat yang menjijikkan dan merugikan. Kini saatnya kau berubah menjadi kupu-kupu.

Sudaah tiba waktunya? Apakah secepat itu?

Tidak. Kau perlu melewati jalan berliku yang terbentang luas di hadapanmu. Kau juga harus tahu, hidup tak pernah mudah. Tak ada yang instan,semuanya berproses. Air dan udara misalnya,mengalami suatu siklus yang panjang. Begitu pula kupu-kupu yang mengalami metamorfosis. Semuanya butuh waktu yang tak singkat.

Baiklah. Lalu apa yang terjadi padaku setelah proses evolusi itu selesai?

Kau akan menemukan ketenangan jiwa. Batinmu akan mencapai titik kulminasi spiritualitas. Itu adalah impian semua orang. Mungkin suatu ketika kau akan menjadi seperti yang kau inginkan. Kau akan bisa meraih segalanya. Dan itu semua dimulai saat ini,detik ini juga. 10 tahun ke depan, sesekali kau akan menengok ke belakang dan kau akan menemukan bayangan dirimu di masa lalu. Mungkin ketika melihaat itu, kau akan tersenyum,tertawa, atau menangis sekalipun. Mungkin kau bisa belajar banyak dari kejadian yang telah kau lalui. Orang tak mengetahui apa yang akan terjadi pada masa depan, namun ia bisa belajar dari masa lalu.

Lalu, akankah ada penyesalan untuk masa lalu yang terlampau menyakitkan?

Pasti tak ada lagi penyesalan. Karena kau telah menyadari bahwa dirimu telah berada di masa depan. Semua hanya akan menyisakan kenangan.  Kenangan pahit sekalipun akan menjadi manis bila kau menganggapnya sebagai pelajaran yang berharga,bukan sebagai suatu kenangan yang ingin kau enyahkan dari bagian hidupmu. Kenangan manis, kenangan pahit, semuanya akan menyatu seperti layaknya kopi susu. Keduanya saling melengkapi satu sama lain.Keduanya berbeda, namun ketika bersatu, akan menjadi hal yang baru.  
separador

0 komentar :

Post a Comment

Starry Sun

Jam

Followers